Pemerintah Aceh diminta menggunakan dana Otonomi Khusus atau Otsus tahun 2013 untuk peningkatan ekonomi yang pro rakyat, seperti pembangunan di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Hal itu dikatakan Aryos Nivada, aktivis Achehnese Civil Society Task Force (ACSTF), Selasa (5/2), di Banda Aceh. Menurut Aryos, pemerintah Aceh harus merancang satu desain program yang
berorientasi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Dalam penggunaan dana Otsus pemerintah harus mengutamakan kepentingan masyarakat, tentu dengan program-program yang pro rakyat, seperti pertanian dan perkebunan,”ujar dosen Ilmu Politik Universitas Almuslim Bireuen ini. Kata Aryos bila dana Otsus mampu dioptimalkan untuk sektor tersebut dengan cara membangun usaha berbasis UKM maka tingkat pengangguran di Aceh akan berkurang dan pendapatan masyarakat akan lebih membaik.
Namun ada hal penting yang tak boleh dikesampingkan oleh pemerintah dalam hal mengelola dana Otsus. “Pemerintah harus membuka ruang bagi masyarakat sipil untuk mengawal, tentunya prinsip transparansi harus diretapkan. Sehingga elemen masyarakat sipil bisa memberikan masukan dan kritikan bilamana terjadi penyimpangan,” tambahnya.
Mengaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, menurut Aryos penggunaan dana Otsus selama ini masih cacat, dalam artian dana Otsus belum tepat sasaran dan tidak transparan. Bahkan selama ini tidak ada pembangunan fundamental terhadap ekonomi masyarakat, sehingga dana yang begitu besar habis menguap begitu saja tanpa ada hasil apapun. “Jika dana Otsus tidak dioptimalkan hanya sebatas bagi-bagi kesejahteraan untuk kelompok sendiri, maka Aceh tidak akan mandiri dari segi bisnis pemerintah dan rakyat Aceh akan terus miskin,” Ujarnya.
Lebih jauh kata Aryos, bila penggunaan Otsus tidak berorientasi untuk mendapatkan PAD, maka Aceh dikhawatirkan bisa bangkrut karena dana Otsus hanya diberikan selama 20 tahun, dari tahun 2008 hingga 2028 nantinya. Pada tahun 2013 Pemerintah Aceh mendapatkan dana Otsus mencapai Rp6,22 triliun. -
See more at: Diliputnews.com
Tentang Aryos
- Aryos Nivada
- Ia merupakan lulusan Magister Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (UGM). Menjadi aktivis sejak masih dibangku kuliah hingga sekarang. Ia tertarik terhadap keamanan dan politik. Banyak tulisan-tulisannya tersebar di berbagai media masa. Selain itu ia kerap diminta menjadi narasumber pada diskusi dan seminar.
Blogroll
Entri Populer
-
Aryos Nivada Penggiat Masalah Politik dan Keamanan Semenjak usulan cooling down (menahan diri) selama satu bulan diterapkan dari hasil ...
-
Aryos Nivada Pengamat Politik dan Keamanan Sabtu, 23 Januari 2010 Blang Padang, tanah berluaskan sekitar delapan hektar menjadi ...
-
Aryos Nivada Aktivis CARe Aceh Aceh begitu sensasional dan fenomenal dengan sejarahnya, mulai dari konflik yang mendera berkepanjangan, ...
-
Aryos Nivada Prolog Aceh menjadi salah satu implementasi program Polisi Masyarakat (Polmas). Penerapannya dilakukan di seluruh Indones...
-
Aryos Nivada Mahasiswa Pascasarjana UGM Jurusan Politik dan Pemerintahan Saturday, 24 September 2011 09:00 Kearifan lokal (local...
-
Aryos Nivada Analis ACSTF Prolog “Menanggulangi kejahatan tidak hanya menjadi tugas Polri, untuk menciptakan ketentraman dibutuhkan kerjasa...
-
DPD Pelayan dan Pejuang Daerah Oleh : Aryos Nivada Kita ada karena mereka Kita ada karena kita dipilih Kita perjuang hanya untuk mereka...
-
Aryos Nivada - KONTRAS Mon, Jul 5th 2010, 16:04 http://serambinews.net/news/view/34279/pr-sepeninggalan-wali SEPE...
-
Aryos Nivada Mahasiswa Pascasarjana UGM Jurusan Politik dan Pemerintahan Fokus - 14 September 2011 Desentralisasi, sebuah konsep me...
-
Aryos Nivada Pengamat Politik dan Keamanan Adu pernyataan antara sesama elit Partai Aceh terkait pasangan manakah yang mendapat dukungan...
